Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha Jatuh 20 Desember 2007

PP Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1428 H jatuh pada hari Kamis, 20 Desember 2007. Penetapan ini sesuai dengan kalender yang selama ini beredar di publik. Sementara pemerintah kemungkinan akan melakukan sidang istbat pada hari ini, Senin (10/12/2007) atau Selasa besok.

Penetapan Idul Adha ini dilakukan PP Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki, sistem yang selama ini dianut oleh organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia ini dalam menentukan awal bulan. PP Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat atas penetapan Idul Adha ini kepada warga Muhammadiyah dan khalayak umat Islam tertanggal 3 Desember 2007.

Dalam maklumat bernomor 06/MLM/I.0/E/2007 yang dikeluarkan Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang diterima detikcom, ditetapkan bahwa ijtimak menjelang Dzulhijjah 1428 H terjadi pada hari Senin Legi, 10 Desember 2007 pukul 00:42:11 WIB. Pada saat itu, tinggi hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta = 460 49 16h. Artinya hilal sudah wujud (terlihat). Di seluruh wilayah Indonesia, pada saat Matahari terbenam, hilal sudah di atas ufuk.

Dengan kondisi seperti ini, maka PP Muhammadiyah menetapkan:

  • 1 Dzulhijjah 1428 H jatuh pada hari Selasa Pahing tanggal 11 Desember 2007
  • Hari Arafah (9 Dzulhijjah) 1428 H jatuh pada hari Rabu Kliwon tanggal 19 Desember 2007
  • Idul Adha (10 Dzulhijjah) 1428 H jatuh pada hari Kamis Legi tanggal 20 Desember 2007

Dalam maklumatnya, PP Muhammadiyah meminta warganya untuk menaati keputusan ini. Selain itu, PP Muhammadiyah juga meminta warga Muhammadiyah mempersiapkan salat Idul Adha dengan sebaik-baiknya dengan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan banyak pihak. PP Muhammadiyah juga meminta umat Islam untuk melaksanakan ibadah terkait Idul Adha, seperti berpuasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, menyembelih binatang kurban dan memperbanyak membaca takbir saat Idul Adha hingga hari Tasyrik.

Dengan penetapan PP Muhammadiyah ini, besar kemungkinan penetapan Idul Adha tahun ini akan seragam. Untuk diketahui, dalam penetapan Idul Fitri 1428 H dua bulan lalu, penetapan Muhammadiyah berbeda dengan penetapan pemerintah. (asy/detik)


it doesn't even have a name

memilih agama yang benar sebernarnya mudah, sangat mudah malah. Hanya butuh akal dan hati yang terbuka(openmind bahasa gaulnya). Kenapa sangat mudah? ya kita gak mungkin lah memilih agama yang bahkan gak punya nama kan? emang ada? maksudnya? coba cek deh satu-satu nama-nama agama(Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, Sikhisme, Jainisme, Taoisme, Shinto, Bahai, Zoroastrianisme, Konfusianisme).

Teliti satu-satu asal/arti nama Agama tersebut, maka kita akan menemukan ada yang nama daerah, nama pembawa agamanya, gelar pembawanya, nama suku, murid/pelajar, penakluk, jalan/cara, jalan dewa, jalan roh dll. Dan agama apa saja yang menyebutkan nama agamanya dalam kitab sucinya secara eksplisit?

Dengan 2 pertanyaan ini saja seharusnya sudah didapatkan agama yang tepat. Hanya butuh penelitian kan. Tidak harus pintar dan berpendidikan tinggi, apalagi sekarang sumber informasi banyak.

Masih kurang? Cek kitab sucinya. Kitab Suci adalah dasar agama. Coba teliti agama apa saja yang kitab suci aslinya masih ada dan pakai bahasa asli ketika diturunkan? Jangankan kitab suci asli, bahkan beberapa agama ada yang punya banyak versi dan masing-masing ada perbedaan dll. Lalu bagaimana kita mau menganut agama yang kitab sucinya aja ga ada yang asli? Kita mau beli hp saja maunya yang asli kan?

Lalu kenapa memilih harus dari nama dan kitab sucinya? karena sebelum memilih apapun yang penting itu dasarnya. Seperti bangunan yang penting itu pondasinya. Kalau agama ya pondasinya Nama, Kitab Suci, Konsep Ketuhanan, Pembawanya/nabi, Ibadah.

Jadi kalau mau pilih agama tinggal pilih agama:

  1. NAMA - apakah namanya ada dalam kitab sucinya, bukan nama orang, bukan nama daerah/ras
  2. TUHAN - apakah tuhannya banyak, punya bapak/ibu, punya anak, sama dengan makhluk* dst
  3. KITAB SUCI - apakah asli, tidak berubah, tidak ada kontradiksi, sesuai sains dst
  4. TEMPAT IBADAH - apakah disebut dalam kitab sucinya, nabinya membuat sendiri dst
  5. NABI/RASUL - punya mukjizat, mengajarkan 1 tuhan, disebut dalam kitab sucinya dst
  6. IBADAHNYA - apakah diajarkan nabinya, apakah disebut di kitab sucinya

*soal sama dengan makhluk ini sangat penting, kenapa? karena kalau ada bentuknya maka orang desain yg pertama gak akan percaya. kenapa? karena kalau ada bentuknya maka bisa dibuat yg lebih bagus :) ex: kalau kepala 1 bisa dibuat 2,3,4,5 dst. kalau tangannya 1 maka bisa dibuat 2,3,4,5,6 dst. karena dalam desain kalau ada bentuk, maka BISA dibuat versi yang lebih bagus, lalu yang lebih bagus, lalu yg lebih bagus, sampai kiamat. kacau kan? makanya kita melihat ada banyak gambaran tuhan yang seperti itu. lalu tergantung kepintaran skill desainer juga, makin pintar makin bagus gambaran tuhannya. Lalu karena manusia ada rasnya maka tuhan akan di gambarkan sesuai rasnya :D. Belum lagi tuhan pakai jenis kelamin, orang biologi akan menangis melihat itu. Dalam biologi semua organ panca indra ada fungsinya. Menurut kamu alat kelamin buat tuhan, untuk apa? hahahahaha

Jadi tuhan itu jauh di luar kemampuan kita. sedangkan pembuat perahu saja sama perahu gak ada miripnya sedikitpun kan. kalau kita menganggap tuhan seperti manusia tapi punya kekuatan super, kita seperti perahu yang meanganggap pembuatnya adalah kapal pesiar atau kapal induk hahahahaha :D

Dengan beragama kita punya tujuan hidup. Tanpa agama kita bagai berlayar di lautan luas tapi gak ada tujuan. Tidak mengetahui asal dan tujuan hidup bisa memiliki berbagai dampak pada individu, baik secara psikologis, emosional, maupun spiritual.

note: saya titip tulisan disini dulu takut lupa