Tujuh Tips Menikah dengan Workaholic

PERNIKAHAN yang melibatkan pasangan yang kecanduan bekerja (workaholic), dua kali lebih rentan terhadap risiko perceraian. Hal tersebut terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of North Carolina.

Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk bertahan hidup dengan suami yang menikah dengan pekerjaannya:

Berhenti membantunya

Pasangan dapat menghindar secara sengaja. Mulai sekarang, berhenti memundurkan waktu makan malam beberapa jam demi menantinya pulang ke rumah, atau menunda rencana liburan keluarga sampai suami mendapatkan waktu untuk berlibut. Berpegang teguhlah pada jadwal normal agar sang workaholic dapat berpikir tentang apa yang mereka lewatkan.

Temukan kesamaan hobi

Menurut Bryan Robinson, profesor di University of North Carolina yang mempelajari efek gila kerja pada kehidupan keluarga, workaholic sering merasa seperti mereka harus melakukan sesuatu. Hobi yang dilakukan bersama-sama pasangan bisa membantu pasangan yang kecanduan bekerja untuk terhubung dengan Anda. Bahkan hobi yang sederhana seperti berjalan di sekitar lingkungan rumah.

Jangan mengomel

Tidak ada orang yang senang diomeli. Jika Anda mengharapkan lebih banyak waktu dan perhatian dari pasangan, katakan hal itu secara baik-baik menggunakan kalimat positif, saran Dr. Elizabeth Lombardo, psikolog di Wexford, Pennsylvania yang menulis buku 'A Happy You: Your Ultimate Prescription for Happiness.' Gunakan istilah halus, misalnya betapa kesepian atau betapa kecewa Anda ketika suami terlambat pulang dan tidak memberikan kabar. Hindari pernyataan negatif seperti menuduhnya tidak peduli tentang keluarga atau betapa egois dirinya.

Pahami pekerjaan suami

Sangat penting bagi Anda untuk mengerti sebanyak mungkin soal pekerjaan pasangan. Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin teredam rasa amarah dalam diri. Anda juga dapat menjadi tempat mencurahkan perasaan yang lebih baik ketika suami memerlukan pelampiasan atau mencari dukungan.

Bertemu rekan kerja

Sangat sulit berempati terhadap workaholic jika Anda tidak tahu dengan siapa dia bekerja setiap hari. Ada baiknya menjalin interaksi dengan rekan kerja dan atasan pasangan, sehingga Anda dapat menjembatani jurang yang timbul.

Prioritaskan acara sosial

Meski pun ada sekitar 20 acara sosial yang ingin Anda hadiri bersama pasangan misalnya, tentukan yang mana yang paling penting dan Anda inginkan untuk dihadirinya, saran Sarah Tracy, direktur Project for Wellness and Work-Life di Hugh Down School of Human Communication, Arizona State University.

Waktu bebas teknologi

Ponsel dan BlackBerry merupakan perangkat andalan yang tidak bisa lepas dari genggaman tangan workaholic. Tapi, Anda harus melawannya, kata Diane Fassel, penulis buku 'Working Ourselves to Death.' Tetapkan waktu-waktu tertentu, misalnya Jumat atau Sabtu malam, ketika Anda dan suami sepakat untuk sama-sama mengunci perangkat komunikasi itu di laci. (MI/ICH)