PNS Cocok Untuk Siapa?

Sambil nunggu hakim pak arif kebali saya main di wnet di sebelah pengadilan negri payakumbuh. Disepanjang jalan banyak anak-anak sd memegang bendera merah putih. katanya mentri datang. hari gerimis berhamburanlah siswa2 itu mencari tempat berteduh. hehehhe

Mungkin sedikit yang tau kalau sebenarnya presiden SBY lah yang akan datang tapi karena menghadiri acara di TMII maka diwakili menkokesra Agung laksono.

main2 ke blog empunya ilmukomputer.com mas Romi Satria Wahono. eh liat postingan tentang PNS nya yang walo dah lama tapi masih jd hit. kebetulan di sumbar lagi heboh2 PNS. berikut kopasnya:

PNS Tidak Cocok Untuk ...

by Romi Satria Wahono


Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan,meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadidambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaranCPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang diamiliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua,karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa,tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnyabernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipunsaya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlasmelaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat keJepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalurjalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 sayaberakhir ;)

Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosandengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan sayasesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, sayacinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua ;)Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada didalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalahsahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yangsering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kitamemilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yangbesar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusipemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.

Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan danreferensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesiamemilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifatsubjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah,dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yangkomprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang sayasampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus ataubahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini ;)Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orangyang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahalitu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.

Jadi menurut saya, sekali lagi "menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:

  1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan,membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalamwaktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baikdalam konotasi baik maupun buruk ;)) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anakkemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda :(

  2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggarandipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandangbahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalahkegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpaldi akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yangtidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalahhasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.

  3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuaidengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telahditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta,ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanyadipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan,beras atau minyak goreng untuk karyawan).

  4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yangmenjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi sehargaRp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnyahanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnyakecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwitsebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak,akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi.Muter-muter terus coi ... :(

  5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisamengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian danstrategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkanseorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidaktepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepatdengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis ;)

  6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanyadinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisakerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi ;)Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerjalembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasidi luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena andaberprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi andajeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanyasambil nyungsep di laut saja mas ... :(

  7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja seharihanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglokabsen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15merupakan bel pulang kantor.

  8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalumelihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadibisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yangtepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan diinstitusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang mahadahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnyapendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentanggaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan danbisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia.Mungkin posisi itu lebih tepat.

Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisikita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dansama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju,lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudahsaya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya jugamenjadi korban. Masih banyak "PNS-PNS lurus” yang siap melakukanperbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita,baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untukmensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepadakita.

Wallahualam bisshawab.

ttd-small.jpg